Tampilkan postingan dengan label malaikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malaikat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 November 2014

Malaikat Bertanya Kepada Allah Tentang Manusia




Kenapa Allah S.W.T. berfirman tentang penciptaan manusia di hadapan para malaikat?

Inilah pertanyaan yang diangkat oleh para Mufassirun dalam kitab Tafsir, dan mereka berkata bahwa ketika Allah S.W.T. ingin menciptakan Adam A.S., para malaikat bertanya kepada Allah S.W.T. “Kenapa Kau ingin menciptakan suatu makhluk yang akan melakukan kerusakan dan menumpahkan darah di bumi?”

Dan Allah S.W.T. mengakhiri diskusi itu dengan berfirman:
“Aku tahu apa yang tidak kalian ketahui.” Dan dengan demikian Allah S.W.T. menciptakan Adam A.S. dan dari keturunannya, Allah S.W.T. menciptakan kita.

Jadi ketika kita duduk bersama dan berdzikir mengingat Allah S.W.T., maka Allah S.W.T. menggunakan amalan itu untuk membuktikan kepada para malaikat bahwa mereka salah. Para malaikat berkata bahwa manusia akan menghasilkan kerusakan dan menumpahkan darah, tapi kenyataannya mereka ada di masjid untuk mengingat Allah.

Dan itulah mengapa dalam hadist tentang dzikir, Rasulullah S.A.W. menyebutkan bahwa manfaat ketiga dari majelis dzikir adalah Allah S.W.T. menyanjung orang-orang dalam majelis dzikir di hadapan para malaikat.

Minggu, 23 November 2014

Seberapa Keras Suara Jeritan Malaikat Maut?



Dan Allah akan bertanya setelah semua makhluk mati sehabis ditiupnya sangkakala. “Siapa yang masih hidup?” Dan malaikat maut akan menjawab “Aku dan Dirimu ya Allah, karena Kau tidak pernah mati (hidup selamanya).”

Dan dalam sebuah riwayat, Allah akan memerintahkan malaikat maut “Cabutlah nyawamu sendiri.” Kemudian malaikat maut akan pergi ke suatu tempat di antara langit dan bumi, dan dia akan mengambil nyawanya sendiri. Diriwayatkan bahwa jeritan malaikat maut, andaikan umat manusia di dunia masih hidup, maka mereka akan mati lagi, karena saking terkejutnya!

Dan malaikat maut akan berkata “Andaikan kutahu bahwa kematian begitu menyakitkan, maka aku akan lebih lembut lagi dalam mengambil nyawa orang-orang yang beriman.”

Kemudian Allah akan bertanya “Siapa yang masih hidup?”, tapi tidak ada yang menjawab. Tidak ada siapapun kecuali Allah.

Inilah bagaimana segala sesuatunya dimulai, dan inilah bagaimana segala sesuatunya berakhir, tidak ada yang hidup, tidak ada atom, sel, tidak ada apapun, kecuali Subhanahu wa Ta’ala (Yang Maha Suci dan Maha Mulia), Sang Pencipta dari segala sesuatu.